Penyebab malnutrisi

Secara sederhana, malnutrisi dapat disebabkan oleh diet yang tidak seimbang atau tidak memadai, atau kondisi medis yang mempengaruhi pencernaan makanan atau penyerapan nutrisi dari makanan. Malnutrisi dapat terjadi oleh karena kekurangan gizi (undernutrisi) maupun karena kelebihan gizi (overnutrisi).  Keduanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dan asupan zat gizi esensial.

Perkembangan malnutrisi melalui 4 tahapan:

  1. Perubahan kadar zat gizi dalam darah dan jaringan
  2. Perubahan kadar enzim
  3. Kelainan fungsi pada organ dan jaringan tubuh
  4. Timbulnya gejala-gejala penyakit dan kematian.

Kebutuhan tubuh akan zat gizi bertambah pada beberapa tahapan kehidupan tertentu, yaitu :

  • pada masa bayi, awal masa kanak-kanak, remaja
  • selama kehamilan
  • selama menyusui.

Pada usia yang lebih tua, kebutuhan akan zat gizi lebih rendah, tetapi kemampuan untuk menyerap zat gizipun sering menurun. Oleh karena itu, resiko kekurangan gizi pada masa ini adalah lebih besar dan juga pada masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.

Pengaruh pada Tubuh

Kekurangan maupun kelebihan zat gizi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan tubuh. Misalnya, perdarahan lambung dapat menyebabkan anemia karena kekurangan zat besi. Seseorang yang telah diobati dengan vitamin A dosis tinggi karena berjerawat, bisa mengalami sakit kepala dan penglihatan ganda sebagai akibat keracunan vitamin A.

Berbagai sistem tubuh bisa dipengaruhi oleh kelainan gizi :

  1. Sistem saraf bisa terkena oleh kekurangan niasin (pelagra), beri-beri, kekurangan atau kelebihan vitamin B6 (piridoksin) dan kekurangan vitamin B12
  2. Pengecapan dan pembauan bisa dipengaruhi kekurangan seng
  3. Sistem pembuluh darah jantung bisa dipengaruhi oleh :Saluran pencernaan dipengaruhi oleh pelagra, kekurangan asam folat dan banyak minum alkohol
    • beri-beri
    • kegemukan (obesitas)
    • makanan tinggi lemak menyebabkan hiperkolesterolemi dan penyakit jantung koroner
    • makanan kaya garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi
  4. Mulut (lidah, bibir, gusi dan membran mukosa) dipengaruhi oleh kekurangan vitamin B dan vitamin C
  5. Pembesaran kelenjar tiroid terjadi akibat kekurangan iodium
  6. Kecenderungan mengalami perdarahan dan gejala pada kulit seperti ruam kemerahan, kulit kering dan pembengkakan karena penimbunan cairan (edema) bisa terjadi pada kekurangan vitamin K, kekurangan vitamin C, kekurangan vitamin A dan beri-beri
  7. Tulang dan sendi dapat terkena ricketsia, osteomalasia, osteoporosis dan kekurangan vitamin C.
Be Sociable, Share!