Sirkulasi aliran darah dalam tubuh kita memberikan tekanan pada dinding pembuluh darah. Tekanan darah yang tepat sangat penting dan sering disebut sebagai salah satu dari tanda-tanda vital kita. Tekanan darah cenderung meningkat sejalan dengan usia. Sebenarnya, gaya hidup sehat sangat membantu mencegah kenaikan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke. Hal ini sangat berbahaya karena sering tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala terlebih dahulu. Terlepas dari ras, usia, atau jenis kelamin, siapa pun bisa mengalami tekanan darah tinggi. Diperkirakan bahwa satu dari setiap empat orang dewasa Amerika memiliki tekanan darah tinggi. Setelah tekanan darah tinggi berkembang, biasanya akan berlangsung seumur hidup.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling penting untuk stroke. Tekanan yang sangat tinggi dapat menyebabkan pembekuan dalam pembuluh darah yang melemah, yang kemudian mengalami pendarahan di otak dan hal ini dapat menyebabkan stroke. Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan pembuluh darah di mata pecah dan mengalami pendarahan. Penglihatan dapat menjadi kabur atau terganggu dan dapat menyebabkan kebutaan.

Sejalan dengan pertambahan usia, arteri di seluruh tubuh “mengeras”, terutama di jantung, otak, dan ginjal. Tekanan darah tinggi dikaitkan dengan arteri  yang “kaku” sehingga menyebabkan jantung dan ginjal harus bekerja lebih keras. Ginjal berfungsi sebagai filter untuk membersihkan tubuh dari limbah. Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat mempersempit dan mengentalkan pembuluh darah dari ginjal. Ginjal menjadi kurang cairan, dan limbah menumpuk dalam darah karena fungsi ginjal untuk menyaring tidak berjalan dengan baik. Ginjal mungkin gagal sama sekali.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk serangan jantung. Arteri membawa oksigen dalam darah ke otot jantung. Jika jantung tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup, nyeri dada yang dikenal sebagai angina, dapat terjadi. Jika aliran darah tersumbat, maka akan terjadi serangan jantung. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko nomor satu untuk gagal jantung kongestif (CHF). CHF adalah kondisi serius di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memasok kebutuhan tubuh.

Nutrisi penting yang dibutuhkan oleh seseorang yang menderita tekanan darah tinggi ditemukan secara alami dalam tanaman Kelor. Arginine merupakan asam amino yang ditemukan dalam tanaman kelor dan dikenal untuk menyeimbangkan tekanan darah. Kalsium, Magnesium, Kalium, Seng, dan Vitamin E juga ditemukan pada Kelor. Kelor mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan tekanan darah.

Kalsium dibutuhkan untuk relaksasi otot polos dan kontraksi, peningkatan konsumsi kalsium dapat memiliki efek langsung pada pembuluh darah. Yang terbaik untuk mendapatkan kalsium dari diet Anda, penelitian telah menemukan bahwa dibandingkan dengan suplemen, kalsium memiliki dua kali manfaat bagi tekanan darah. Kalsium dari sumber sintetik dapat menyebabkan batu ginjal.

Kelor mengandung kalium 15 kali lebih banyak dari pisang. Kandungan kalium yang tinggi cenderung menurunkan kandungan sodium. Kalium bekerja dengan cara meningkatkan ekskresi natrium dalam urin, yang membantu melebarkan pembuluh darah, dan mengubah interaksi hormon yang mempengaruhi tekanan darah.

Makanan yang mengandung magnesium tinggi sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi, kemungkinan besar dengan berkontribusi terhadap relaksasi otot polos pembuluh darah. Kelor juga mengandung magnesium bersama dengan zinc dan vitamin E yang mengambil bagian dalam mengurangi tekanan darah bersama dengan nutrisi lainnya. Kelor mengandung 384 mg magnesium dalam 100 gram tepung daun dan 2,2 kali lebih banyak bioavailable serta mengandung Zinc, 6 kali lebih banyak dibanding almond Zinc dan 6,46 kali lebih banyak diserap ke dalam darah.

Be Sociable, Share!