Secara umum, Kelor ditanam sebagai tanaman pagar dan pembatas tanah. Untuk keperluan khusus, kelor dapat berfungsi sebagai penahan angin, untuk pengendalian erosi tanah, pagar hidup, sebagai tanaman hias, atau tumpangsari dengan spesies yang memerlukan sinar matahari tidak langsung. Tanaman Kelor pun sering digunakan sebagai tiang rambat untuk kacang-kacangan, ubi jalar, vanili, lada dan tanaman merambat lainnya.

Kelor yang ditanam dari biji memiliki perakaran yang dalam, membentuk akar tunggang yang lebar dan serabut yang tebal. Akar tunggang tidak terbentuk pada pohon yang diperbanyak dengan stek.  Dengan bentuk perakaran seperti itu, Kelor memiliki kemampuan untuk menahan erosi dan menyimpan air. Karenanya sering ditanam di lereng bukit untuk membantu mencegah erosi dan tanah longsor. Polong kering dan daun yang gugur juga membuat permukaan tanah menjadi subur karena seiring dengan waktu daun-daun itu akan menjadi kompos.

Kelor merupakan tanaman yang dapat mentolerir berbagai kondisi lingkungan, sehingga mudah tumbuh meski dalam kondisi ekstrim seperti temperatur yang sangat tinggi, di bawah naungan dan dapat bertahan hidup di daerah bersalju ringan. Kelor tahan dalam musim kering yang panjang dan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan tahunan berkisar antara 250 sampai 1500 mm. Meskipun lebih suka tanah kering lempung berpasir atau lempung, tetapi dapat hidup di tanah yang didominasi tanah liat.

Kelor cocok untuk daerah-daerah di mana angin kencang dan panjang, kekeringan terjadi secara bersamaan, menyebabkan erosi tanah yang serius. Kandungan nutrisi dalam daunnya yang gugur, dapat menyuburkan dan memperbaiki kualitas tanah yang marjinal.  Sifat tanaman yang seperti ini menjadi pilihan terbaik dalam upaya melakukan reboisasi atau pemulihan lahan-lahan kritis yang miskin unsur hara. Daerah yang terkenal kering dimana tanaman lain tidak dapat hidup dan berfungsi baik, kelor hadir untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.  Kelor juga banyak ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, sebagai pelindung angin dan peneduh.

Be Sociable, Share!