Kisah keampuhan Moringa (Moringa oleifera) sebagai tanaman penyembuh ajaib telah diceritakan secara turun-temurun sejak 2.000 SM.  Moringa pun terdapat dalam tulisan-tulisan India kuno yang berasal sekitar 150 SM.  Sejak tahun 1970-an, Moringa mendapatkan perhatian serius para ilmuwan dengan mulai melakukan penelitian yang signifikan untuk mendukung klaim kebenaran atas kisah keampuhannya sebagai tanaman penyembuh 300 penyakit.

Kisah Moringa adalah salah satu yang luar biasa dari sebuah manfaat tanaman di masa lalu yang selama bertahun-tahun dirahasiakan para tabib kuno. Kini, rahasia itu tengah dijelaskan oleh ilmu pengetahuan modern untuk gerakan kemanusian. Beragam penemuan semakin menguatkan alasan mengapa selama ribuan tahun itu kelor bertahan sebagai tanaman penyembuh yang ajaib.

Dengan penemuan yang dibuat sejauh ini, Moringa terkenal sebagai salah satu tanaman yang paling kaya nutrisi dengan kombinasi yang langka dan diluar kebiasaan. Moringa dilaporkan mengandung 539 senyawa yang dikenal dalam pengobatan tradisional Afrika dan India (Ayurvedic), mengandung lebih dari 40 antioksidan dan 90 jenis nutrisi berupa vitamin essensial, mineral, asam amino, antioksidan, anti-penuaan dan anti-inflamasi. Kandungan dengan banyak manfaat kesehatan itu membuat Moringa berbeda dengan tanaman lainnya yang hanya memiliki satu atau dua manfaat saja. Tidak heran bila tanaman ini disebut sebagai bioenergi kesehatan dan bernilai gizi super, The Miracle Tree dan Tree of Life.

Moringa yang memiliki sifat terapeutik, digunakan oleh orang Romawi, Yunani dan Mesir untuk produk perawatan kulit dan untuk pemurnian air. Ilmu pengetahuan modern mengklaim, telah menemukan kisaran yang luar biasa dari nutrisi alami yang dikandungnya.

Kisah lain dari Moringa adalah menciptakan gelombang perang melawan malnutrisi di banyak negara seperti Amerika Latin dan di beberapa bagian Afrika khususnya Senegal,  Togo,  Benin,  Uganda,  Tanzania dan Kenya. Di Ghana, orang-orang mulai bertanya apa itu Moringa dan untuk apa ? Kemudian setelah mengetahui khasiat yang terkandung didalamnya, mulai berlomba untuk memanfaatkannya, terutama daun, baik untuk keperluan keluarganya maupun sebagai lahan usaha baru dengan menjual biji, polong, bunga dan daun. Usaha pembibitan dan penanaman yang dikelola masyarakat pun berkembang luas.

Keberhasilan Moringa dalam memerangi malnutrisi dan meningkatkan kualitas hidup negara-negara di dunia ketiga, terus bermunculan dalam laporan-laporan ilmiah, jurnal, situs-situs resmi lembaga keilmuan dan seminar-seminar internasional. Masyarakat luas pun mulai mengandalkannya sebagai sumber asupan nutrisi keluarga yang murah dan mudah didapat.  Bahkan, kaum ibu di Filipina menyebutnya “Sahabat para Ibu” yang sering dikonsumsi sebagai sayuran dan untuk memberi makan anak-anak mereka.

Dalam kondisi dimana seluruh dunia tengah bergulat dengan masalah kekurangan gizi, sebuah harapan terletak pada tanaman yang akar, batang, biji, bunga dan daunnya mampu mengatasi setiap aspek gizi buruk dan meningkatkan kesehatan umat manusia. Kisah Moringa harus disebar luaskan untuk alasan kemanusiaan karena masih banyak orang yang belum mengetahui anugrah yang luar biasa dari alam ini.

Moringa yang luar biasa itu, kita kenal dengan nama Kelor dan beragam nama dalam bahasa daerah.

Tanaman yang oleh sebagian masyarakat tradisi kita sering dipakai untuk mengusir mahluk halus, kini bersama-sama kita gunakan untuk mengusir malnutrisi dan beragam penyakit yang menghantui rakyat kita. Memerangi malnutrisi yang dialami sebagian besar rakyat miskin di negeri kita, merupakan sebuah harapan yang tidak mustahil untuk diwujudkan.

Melalui situs web ini, kami mengajak dan menebar sebuah harapan untuk mewujudkan “Rakyat Sehat, Negeri Kuat” melalui perbaikan gizi kaum Ibu dan balita di pedesaan.  Kelor adalah Anugrah dari Tuhan untuk kaum Ibu dan anak-anak yang harus disyukuri dengan memanfaatkannya dengan baik dan benar.

Semoga Tuhan menolong hamba-Nya yang bersyukur atas anugrah alam yang diciptakan-Nya.  Aaamiiin.

 

Be Sociable, Share!